Campbell's Tomato Soup hidup sehat: 2014
etika seorang perawat

Rabu, 24 September 2014

komunikasi perawat

Komunikasi pada lansia
Dalam komunikasi dengan lansia harus diperhatikan faktor fisik, psikologi, (lingkungan dalam situasi individu harus mengaplikasikan ketrampilan komunikasi yang tepat. disamping itu juga memerlukan pemikiran penuh serta memperhatikan waktu yang tepat.
a).  Ketrampilan komunikasi
   Listening/Pendengaran yang baik yaitu :
a. Mendengarkan dengan perhatian telinga kita.
b. Memahami dengan sepenuh hati, keikhlasan dengan hati yang jernih.
c. Memikirkan secara menyeluruh dengan pikiran jernih kita.
b).  Tekhnik komunikasi dengan lansia 

anatomi

Anatomi Fisiologi
Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang memberi fasilitas proses pengangkutan berbagai substansi dari, dan ke sel-sel tubuh. Sistem ini terdiri dari organ penggerak yang disebut jantung, dan sistem saluran yang terdiri dari arteri yang mergalirkan darah dari jantung, dan vena yang mengalirkan darah menuju jantung. Jantung manusia merupakan jantung berongga yang memiliki 2 atrium dan 2 ventrikel. Jantung merupakan organ berotot yang mampu mendorong darah ke berbagai bagian tubuh. Jantung manusia berbentuk seperti kerucut dan berukuran sebesar kepalan tangan, terletak di rongga dada sebalah kiri. Jantung dibungkus oleh suatu selaput yang disebut perikardium. Jantung bertanggung jawab untuk mempertahankan aliran darah dengan bantuan sejumlah klep yang melengkapinya. Untuk mejamin kelangsungan sirkulasi, jantung berkontraksi secara periodik.
Otot jantung berkontraksi terus menerus tanpa mengalami kelelahan. Kontraksi jantung manusia merupakan kontraksi miogenik, yaitu kontaksi yang diawali kekuatan rangsang dari otot jantung itu sendiri dan bukan dari syaraf.
Terdapat beberapa bagian jantung (secara anatomis) akan kita bahas dalam makalah ini, diantaranya yaitu :
·      Bentuk Serta Ukuran Jantung
Jantung merupakan organ utama dalam sistem kardiovaskuler. Jantung dibentuk oleh organ-organ muscular, apex dan basis cordis, atrium kanan dan kiri serta ventrikel kanan dan kiri. Ukuran jantung panjangnya kira-kira 12 cm, lebar 8-9 cm seta tebal kira-kira 6 cm. Berat jantung sekitar 7-15 ons atau 200 sampai 425 gram dan sedikit lebih besar dari kepalan tangan. Setiap harinya jantung berdetak 100.000 kali dan dalam masa periode itu jantung memompa 2000 galon darah atau setara dengan 7.571 liter darah. Posisi jantung terletak diantar kedua paru dan berada ditengah tengah dada, bertumpu pada diaphragma thoracis dan berada kira-kira 5 cm diatas processus xiphoideus. Pada tepi kanan cranial berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa III dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Pada tepi kanan caudal berada pada tepi cranialis pars cartilaginis costa VI dextra, 1 cm dari tepi lateral sternum. Tepi kiri cranial jantung berada pada tepi caudal pars cartilaginis costa II sinistra di tepi lateral sternum, tepi kiri caudal berada pada ruang intercostalis 5, kira-kira 9 cm di kiri linea medioclavicularis. Selaput yang membungkus jantung disebut perikardium dimana terdiri antara lapisan fibrosa dan serosa, dalam cavum pericardii berisi 50 cc yang berfungsi sebagai pelumas agar tidak ada gesekan antara perikardium dan epikardium. Epikardium adalah lapisan paling luar dari jantung, lapisan berikutnya adalah lapisan miokardium dimana lapisan ini adalah lapisan yang paling tebal. Lapisan terakhir adalah lapisan endokardium

aborsi

1. Aborsi spontan/alamiah
Berlangsung tanpa tindakan apapun. Kebanyakan karena kurang baiknya kualitas sel telur dan sel sperma.
2. Aborsi buatan/sengaja
Adalah pengakhiran kehamilan suatu akibat tindakan yang di sengaja dan disadari oleh calon ibuataupun si pelaksana aborsi. Misal: dengan menggunakan obat aborsi.
3. Aborsi terapiutik/medis
Pengguguran kandungan buatan yang dilakukan atas indikasi medis.
Contoh: Calon ibumemiliki penyakit parah yang dapat membahayakan ibu atau calon bayi, tetapi semua sudah pertimbangan medis yang matang.
 Cara menggugurkan kandungan dengan cara indikasi medis
ð
Jenis obat-obatan yang dipakai untuk menginduksi abortus,antara lain:
a. Emmenagogum adalah untuk melancarkan haid
b. Purgativa /emetica: obat yang menimbulkan kontraksi G1 tract
c. Ecbolica : menimbulkan kontraksi uterus secara langsung


ikd

TEORI MODEL KEPERAWATAN


Teori dan model Keperawatan

    
            Profesi keperawatan adalah profesi yang unik dan kompleks. Dalam melaksanakan prakteknya, perawat harus mengacu pada model konsep dan teori keperawatan yang sudah dimunculkan. Konsep adalah suatu ide dimana terdapat suatu kesan yang abstrak yang dapat diorganisir dengan smbol-simbol yang nyata, sedangkan konsep keperawatan merupakan ide untuk menyusun suatu kerangka konseptual atau model keperawatan.
Teori adalah sekelompok konsep yang membentuk sebuah pola yang nyata atau suatu pernyataan yang menjelaskan suatu proses, peristiwa atau kejadian yang didasari fakta-fakta yang telah di observasi tetapi kurang absolut atau bukti secara langsung.Yang dimaksud teori keperawatan adalah usaha-usaha untuk menguraikan atau menjelaskan fenomena mengenai keperawatan. Teori keperawatan digunakan sebagai dasar dalam menyusun suatu model konsep dalam keperawatan,dan model konsep keperawatan digunakan dalam menentukan model praktek keperawatan. Berikut ini adalah ringkasan beberapa teori keperawatan yang perlu diketahui oleh para perawat profesional sehingga mampu mengaplikasikan praktek keperawatan yang didasarkan pada keyakinan dan nilai dasar keperawatan.

etika perwat

Ilmu Keperawatan Dasar 1

Isu Etik Keperawatan
  • Eutanasia
Eutanasia adalah praktek pencabutan nyawa manusia/hewan dengan cara menimbulkan rasa sakit/tidak sakit.
 Eutanasia d bedakan menjadi 3 bagian:
ð
1.Eutanasia non agresif:
Dimana seorang pasien menolak dengan sadar untuk menerima perawatan secara medis dan mengetahui akibat dari penolakan tersebut dapat membahayakan jiwa si pasien dan bahkan dapat mengakhiri hidupnya. Dengan penolakan tersebut yang membuat “codicil”(pernyataan tertulis tanagan)
2.Eutanasia agresif
Tindakan yang sengaja dilakukan yang dilakukan oleh dokter atau tenaga kesehatan lain untuk mengakhiri pasien. Misal: dengan memberikan obat yang mematikan seperti tablet sianida atau zat-zat lain.
3.Eutanasia pasif
Adalah tidak menggunakan alat-alat atau langkah-langkah aktif untuk mengakhiri hidup pasien.dengan secara sengaja tidak memberikan bantuan medis yang dapat memperpanjang hidup pasien.hal ini dapat dilakukan oleh siapa saja (medis/keluarga)